Sensasi Mencicipi Steak Premium di Atas Teppan

STEAK biasanya dimasak dengan cara dipanggang di atas wajan atau panggangan. Namun ada sensasi berbeda saat mencicipi steak yang dimasak dengan gaya teppanyaki khas Jepang. Seperti yang dihadirkan restoran Wolfgang’s Steakhouse Teppan.

Wolfgang’s Steakhouse Teppan merupakan bagian dari Wolfgang's Steakhouse. Restoran tersebut sebelumnya berhasil menarik banyak pengunjung saat pertama kali dibuka di Ginza, Tokyo, Jepang. Kini, Jakarta menjadi kota kedua bagi restoran itu. 

Pecinta kuliner pun dapat mencicipi menu andalannya, Wolfgang's USDA Prime Dry-Aged Steak yang dimasak dengan teknik Teppan ala Jepang. Tempo ikut menyaksikan bagaimana dua koki restoran itu, Slamet dan Dwi, memasak secara langsung di depan pengunjung.

Sambil menunggu hidangan steak, minuman pembuka bernama Yuzu Lemonade disajikan di awal. Minuman itu memadukan perasan lemon yang asam dan manis dengan sparkling water yang menyegarkan. Setelah itu, Kaluga H Caviar muncul untuk disajikan. Pengunjung menerima satu sendok teh kaviar mewah itu di punggung telapak tangan masing-masing. 

Wolfgang's Salad pun menjadi hidangan pembuka. Di dalamnya, terdapat potongan daging sapi dan udang. Ada pula paprika, tomat, bawang bombai, dan buncis. Perpaduan keseluruhannya disempurnakan dengan siraman saus khas Wolfgang's Steakhouse.

Hidangan utama datang menyusul. Wolfgang's USDA Prime Dry-Aged Steak dimasak secara saksama di depan para pengunjung. Taburan garam dan lada serta kobaran api menjadi pemandangan yang menarik selama proses pemasakan. 

Tingkat kematangan steak bisa disesuaikan dengan permintaan pengunjung. Bukan cuma itu, sajian red wine turut ditawarkan kepada pengunjung yang bisa mengkonsumsi minuman beralkohol. 

Steak andalan restoran ini memiliki tekstur lembut dan kenyal. Pengunjung bisa menambahkan kecap khusus dan garam sesuai selera. Disediakan pula wasabi segar yang baru diparut sebagai pendamping saat bersantap. 

Di sela-sela waktu menunggu sajian steak, sup jamur hadir sebagai amuse-bouche atau hidangan selingan. Sup penuh cita rasa gurih dan sedikit manis ini disajikan dalam mangkuk mini.  Sebagai hidangan penutup, New York cheesecake hadir sebagai pencuci mulut. Keik keju bertekstur lembut itu berpadu dengan krim, stroberi, raspberry, dan daun mint.

Lokasi pertama di luar Jepang 

Peter Zwiener, co-founder Wolfgang’s Steakhouse, menilai bahwa Jakarta adalah kota dengan ekosistem bisnis yang menjanjikan. Dengan demikian, ia meyakini restorannya akan sukses di kota ini. "Menurut kami, Jakarta adalah kota yang sempurna untuk menjadi lokasi pertama di luar Jepang dan pintu masuk ke Asia Tenggara," kata Zwiener saat peresmian, di Keraton at The Plaza, Jakarta Pusat, pada Rabu, 10 Desember 2025. 

Demi menjaga cita rasa otentik teppanyaki, Zwiener menghadirkan chef asal Jepang di restorannya. Meski Wolfgang’s Steakhouse Teppan mengusung tema makanan AS-Jepang, Zwiener tak menutup kemungkinan untuk memasukkan unsur Indonesia di masa mendatang.  

Perkembangan Wolfgang’s Steakhouse

Wolfgang’s Steakhouse didirikan oleh Wolfgang Zwiener di Park Avenue, Manhattan, New York. Jaringan restoran tersebut memiliki reputasi atas kualitas daging hingga tata cara penyajian. 

Jejak merek ini di Asia juga dinilai kuat. Di Jepang, misalnya, terdapat lima outlet di distrik bisnis dan gaya hidup bergengsi seperti Roppongi, Marunouchi, Aoyama, Osaka, dan Fukuoka. 

Di Filipina, Wolfgang’s Steakhouse telah hadir di sejumlah lokasi komersial strategis termasuk Resorts World Manila, The Podium, dan Bonifacio Global City. Selain dua negara itu, Wolfgang's juga memiliki gerai di Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, Cina, dan Indonesia. Sementara di Jakarta, restoran ini akan dibuka untuk umum pada Sabtu, 13 Desember 2025. 

Other News & Event